Rabu, 12 September 2012

Racun Sudah Ratusan Abad Digunakan untuk Berbagai Kepentingan




Sugeng Blogger - Racun sebenarnya sudah ditemukan sejak 4500 tahun sebelum Masehi. Ketika itu nenek moyang manusia mencoba mencari cara paling mudah untuk membunuh binatang buruan. Maka racun kemudian dioleskan pada anak panah yang digunakan untuk berburu.

Dalam bahasa Inggris, racun disebut dengan toxin. Kata ini berasal dari istilah Yunani 'toxicon' yang mengacu pada racun panah. Namun sekarang, segala zat atau bahan yang dapat mencelakai atau menyebabkan kematian lewat mekanisme kimia atau molekuler bisa disebut sebagai racun.

"Racun adalah suatu bahan yang apabila berada dalam tubuh dalam jumlah yang cukup dapat menimbulkan kerusakan fungsi tubuh. Cara masuknya bisa lewat pencernaan atau cara lain sehingga mencemari darah dan menimbulkan gejala klinis," kata Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc. Ph.D, Guru Besar Farmakologi dan Terapi Universitas Gadjah Mada ketika dihubungi detikHealth, Rabu (12/9/2012).

Dalam masyarakat kuno di Indonesia, Prof Iwan menuturkan bahwa racun mulai digunakan untuk memenangkan peperangan. Salah satu contohnya adalah senjata keris yang dulu biasanya dilumuri racun. Jadi lawan dalam pertempuran bukan meninggal karena luka sabetan keris, melainkan karena terkena racun.

Tak hanya di nusantara saja, penggunaan racun telah banyak diterapkan berabad-abad yang lalu untuk berbagai keperluan. Beberapa motif atau tujuan penggunaan racun pada masa lampau antara lain adalah:

1. Menyingkirkan Lawan
Di masa Kekaisaran Romawi, racun sering digunakan untuk membunuh lawan politik, saingan bisnis, atau orang-orang yang dianggap berbahaya. Saking maraknya praktik kotor ini, racun menjadi momok di Kekaisaran Romawi. Akhirnya seorang diktator dan pembaharu Lucius Cornelius merasa perlu mengeluarkan hukum pertama di dunia mengenai racun yang disebut Cornelia Lex.

2. Hukuman Mati
Penggunaan suntik racun untuk eksekusi hukuman mati sempat diterapkan di beberapa negara. Bangsa Yunani adalah yang kali pertama memperkenalkan racun sebagai bentuk hukuman mati. Ironisnya, filsuf besar Socrates adalah orang yang menjalani eksekusi ini. Berbeda dengan hukuman mati di era modern, Socrates ‘diminta’ meminum racun untuk mengakhiri hidupnya.

3. Motif Asmara
Bunuh diri menenggak racun serangga karena cinta bukan lagi hal yang mengejutkan. Bisa jadi pelakunya terinspirasi dari kisah tragis Romeo dan Juliet. Kedua sejoli di bawah umur ini meregang nyawa dengan meminum racun karena cintanya tak direstui masing-masing keluarga.

4. Ritual
Sejak masa 246 tahun sebelum Masehi, bangsa China telah melestarikan drama yang disebut dengan ritual Chou. Ritual ini terdiri 6 tarian seremonial menggunakan bulu disertai membakar 5 jenis racun, yaitu racun cinnabar atau merkuri, realger atau arsenic, vitriol hijau atau tembaga sulfat, lodestone dan racun lain yang tidak diketahui.

5. Tak Kuat Menanggung Malu atau Kekalahan
Dalam catatan sejarah, dikisahkan Ratu Cleopatra dari Mesir mengakhiri hidupnya dengan cara memasukkan tangan ke sarang ular beracun. Cleopatra merupakan kekasih Julius Caesar, pemimpin Romawi. Setelah Caesar mangkat, ia menjalin hubungan dengan salah seorang pemimpin Romawi selanjutnya, Mark Anthony.

Cleopatra menemani Anthony dalam peperangan di Yunani. Sayangnya Romawi mengalami kekalahan dan Anthony pun pulang ke negaranya lantas melakukan bunuh diri. Sang Ratu juga pulang ke Mesir dan menyusul kekasihnya ke alam baka.
thumbnail
Judul: Racun Sudah Ratusan Abad Digunakan untuk Berbagai Kepentingan
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh

Artikel Terkait Kesehatan :

0 comments:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2013. About - Sitemap - Contact - Privacy
Template Seo Elite oleh Bamz